Perjalanan Pulang atau Pergi ?

Sering kali orang bilang perjalanan pergi lebih panjang dari perjalanan pulang, perjalanan pergi terasa begitu berat, lama, dan melelahkan. Sedangkan pulang begitu menyenangkan, melegakan, damai menanti. Pergi selalu saja berat karna harus meniggalkan kenyamaan yang ada, dan kita sadar akan selalu ada saat untuk pulang setelah jauh pauh langkah pergi, yang memberatkan kaki di setiap langkah ketika menapak pegi, kenpa harus pegi bila nanti harus pulang lagi. Pulang selalu melegakan karna kita tau kehagatan akan menyambut dirumah, penat dan perih akan terbayar lunas di rindangnya sepoi-sepoi angin di kala bertelanjang kaki duduk di kursi teras rumah.

Bicara pulang selalu megingatkanku bahwa selalu ada kerinduan, menelusuk lagi ke sela-sela kenangan tak terlupakan yang terciptakan dirumah, rumah.. ya rumah kata kunci dari pulang, rumah tujuan dari pulang, rumah dimana semua memori manis dan sendu selalu memanggil,

mengalun pelan “September – daughtry”, memberi jiwa jari-jari ini menuliskan kalimat-kalimat buncah ini. Kali ini berbeda dengan sebelumnya, perjalanan kali ini berbeda, di september ini memulai perjalanan lagi yang tak tahu ku sebut apa “pergi atau pulang?” meninggalkan kota ini lagi, lagi.. . Perjalan itu dulu ku sebut pulang, dengan apik gagal ku sebut begitu. Sekali lagi aku berahir di kota ini, merancukan definisi pulang dan rumah, mereka sebut rumah tujuan pulang tapi sekali lagi aku ragu, dikota ini juga hadir rumah untuk ku, tercipta kembali remah-remah potongan saat sendu dan masa manis, seperti di rumah.

We knew we had to leave this town
but we never knew when and we never knew how
we should end up here the way we are
yeah we knew we had to leave this town
but we never knew when and we never  knew how
 
daugtry- september

sekali lagi kali ini, perjalanan kali ini mereka sebut pulang, namun gamang ku sebut pulang atau pun pergi.

Kali ini, perjalanan ini aku pulang atau pergi ?


Peran CIO

Setelah sedikit mendapat gambaran mengenai apa itu CIO, sekarang mari kita lanjut ke pembahasan peran nya.

Seorang teman dalam presentasi kelompoknya menjabarkan secara unik peran utama dari seorang CIO yang diringkas dari bukunya Mc Nurlin, dengan menggunakan metode “Jembatan Kedelai” secara cerdas peran CIO terangkum sebagai “GELI”

G = Governing
E = Evaluating
L = Leading
I = Innovating




memang GELI ini hanya mewakilkan sebagian kecil dari semesta peran CIO, namun ini cukup apik mengambarkan horizon dari peran seorang CIO, baik saat ini mari kita bahas saja satu persatu dari segi pandang ini.

Governing
maksudnya seorang CIO merupakan pemeran utama dalam memanajemen segala aspek tatakelola dalam penerapan TIK baik dalam pemanfaatan maupun penyelarasanya dengan tujuan bisnis.

Evaluating
CIO pun harus berperan sebagai auditor yang mengelevaluasi hasil dari penerapan dan pelayanan dari TIK, sehingga dapat di lakukan perbaikan, peningkatan atau saran untuk menentukan kebijakan lanjutan.

Leading
nah ini adalah peran utamanya, seorang CIO harus memimpin semua operasi, tindakan, kebijakan dan pelaksanaan dari semua hal yang bertema pemanfaatan TIK dalam organisasi tersebut, hingga pada ranah strategisnya seperti perencanan.

Innovating
peran ini adalah yang benar-benar menuntut kemampuan super dari seorang CIO, untuk berinovasi CIO harus telah selesai dulu melaksanakan peran-peran lainya, memimpin dulu pelaksanan TIK, melaksanakan tata kelolanya, di evaluasi secara benar, kemudian baru dapat berinovasi, dengan bekal repot dan rekomendasi dari tahap evaluasi, dengan memandang arah yang telah di atur dalam governing dan memperhatikan reseorce dan kemampuan yang dimilki dari leading, sehingga di mungkinkan meihat tembus kedepan layaknya superman, untuk melihat inovasi atau ide kritis apa yang bisa di laksanakan sehingga mendukung, meningkatkan, memperbaiki, dan menambah sebesar-besarnya pemanfaatan TIK yang mendukung dan seleraras dengan tujuan bisnis perusahaan atau organisasi.

Tipe - tipe CIO



Halo kali ini kita masih membicarakan mengenai CIO (Chief Information Officer), sila rujuk artikel berikut mengenai jabatan bagi manusia super satu ini. "CIO itu apa ?"
Baik ide random kali ini membahasa tipe-tipe dari seorang CIO, ada banyak penggolongan CIO, dengan kriteria dan indikator yang beragam pula tergantung dari sudut pandang mana yang dilihat penulisnya. Beberapa yang saya rasa relevan dengan penelitian saya, akan coba saya jabarkan berikut ini. 
Gotshack menggolongkan CIO menjadi dua tipe yaitu : CIO Figure Head, dan CIO Operasional, mirip dengan penggolangan Gotshack, EMC menggolongkan CIO menjadi : 
  1. CIO Strategic.
  2. CIO Operasional.
sedangkan Chris Curran sedikit berbeda dengan menambakan satu jenis golongan lagi yaitu "Transformational". Berdasarkan cara bekerjanya TIBCO menggolongkan CIO menjadi beberapa jenis berikut :
  1. CIO tipe Soldier = Focus pada implementasi.
  2. CIO Leaders of IT = menyelaraskan IT dan Bisnis.
  3. CIO Change Consultan = konsultan perubahan untuk proses bisnis
  4. CIO Transformator Leaders = beperan aktif dalam memimpin dan menjalakan transformasi bisnis.
Sama seperti TIBCO, Mike menggolongan CIO berdasarkan cara kerja namun menambahkan indikator Strategi dan tujuan yang ingin dicapai :
  1. Optimizer 
    Menyelaraskan bisinis dan IT dengan focus prioritas IT yang mendukung prioritas bisnis agar dapat berjalan maksimal, menentukan arsitektur yang tepat, simpel dan megurangi complexitas untuk menjalankan Service IT yang efektif. Mengimplementasi dan mengeliminasi solusi IT yang memungkinkan mengurasi pengeluaran yang tidak perlu, membawa solusi dan pelayanan ke pelanggan dengan biaya yang murah,
  2. Transformer
    Memahami, merealisasikan dan merekomendasikan solusi industri untuk memenuhi permintaan dari bisnis. Mengoptimalkan proses bisnis, mentransformasikan bisnis melalui optimalisasi proses bisnis dari kaca maa sudut pandang kebutuhan konsumen.
  3. Inovator
    Mengingkubasi rekomendasi dan melaksanakan solusi inovasi pada maslaah nyata bisnis.
Berbeda dengan pendapat sebelumnya Rahul Neel Mani meggolongkan CIO berdasarkan fokus dari seorang CIO :
  1. Fokus pada teknologi
    Menjaga teknologi uptudate sehingga memebrikan persahana keuntingan strategis, tipe ini adalah pilihan yang baik dalam jangka panjang.
  2. Fokus pada bisnis
    CIO tidak hanya berurusan dengan teknologi, sehingga pendidikan/keahlian tentang bisnis adalah skil dasar yang harus dimiliki, sehingga tujuan utama adalah kemana bisnis akan diarahkan dan bagaimana memanfaatkan IT untuk mendukungnya.
  3. Blended = campuran dari kedua nya.

CIO itu apa?

Apa itu Chief Information Officer ?

Pernah dengar tentang Chief Information Officer atau CIO? 

CIO loh bukan CEO (Chief Executive Officer)?

Di lidah orang Indonesia memang sering keselip, terdengar mirip antara CEO dan CIO, apalagi CIO kata baru yang jarang terdengar di pembicaraan awam, dengan kata lain belum membumi. Hem saya akan coba menjelaskan tentang CIO dengan cara sedikit terbalik, menceritakan dahulu dongeng-dongengnya, lalu pengertian tidak formilnya, kemudian baru sedikit ilmiah.

Salah satu dongeng inspiratif yang bisa kita simak adalah CIO dari Bank Mandiri, kita semua tau produk utama dari sebuah bank adalah simpan pinjam, sedikit lebih jauh produk sampingannya reksa dana atau asuransi, tapi itu jaman dulu, kalo anda masih berfikir bank kerjaanya cuma itu mungkin andapun harus sudah di musiumkan (bagian ini becandaan), yah siapa dulu yang mengira kalo bank saat ini pun saingan sama toko kelontong (read : mini market) sebut saja Alfa*** dan Indo***, ok saya perjelas, bank saat ini pun jualan Point of sales (POS) atau Payment Point sederhananya kita bisa bayar tagihan, beli pulsa dan tiket, dan lainya dari satu tempat, dengan keunggulan yang lebih mudah dan personal, yup semua selesai hanya dengan mencet jempol anda di perangkat gadget anda. Terderngar biasa aja ya, ndak wow gitu kan? sudah tau, sering anda denger, sering pakai pula. Ok baik, pertanyaanya bagaimana inovas itu muncul? Di cetuskan oleh akuntan bank? Di rancang oleh pakar bisnisnya? Atau hasil rekomendasi dari Auditor bank? Mungkin saja, tapi dalam dongeng ini, merupakan hasil visi dari CIO, jabatan yang diisi oleh manusia super, dengan kemampuan mumpuni, dan sedikit indigo, orang ini harus melek teknologi, kenyang pengalan teknis, paham ilmu bisnis, dan punya padangan yang bisa tembus jauh kemasa depan. Itu yang terjadi di Bank ini, orang super tersebut melihat jauh kedepan bila hanya jualan produk utamanya (Simpan Pinjam) 5-10 (sepuluh) tahun kedepan peruhaanya akan tergilas dengan bank pesaing dengan modal yang lebih besar, mengkolaborasikan pengalaman dan kemampuan teknisnya untuk melihat bagaimana mengeksplorasi lebih jauh investasi TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) untuk memunculkan keunggulan-keunggulan dari pesaing, dan di kemas dalam mode bisnis sehingga memunculkan produk sampingan baru dengan investasi minimal dan keuntungan lebih, megolah informasi menjadi kekuatan, contohnya adalah jualan pulsa, margin keuntungan dari produk utama simpan pinjam tadi hanya 2% sedangkan dengan POS jualan Pulsa bank bisa mendapatkan margin keuntungan sampai dengan 5%, dengan invetsasi minim, hanya menambahkan menu penjualan, pulsa, pembayaran tagihan, dan pembelian tiket di setiap perangkat ATM mereka, dan sedikit penambahan menu internet banking pada website, dan selesai, jadilah satu produk sampingan dengan investasi minim namun keuntungan lebih besar dari produk utama. Terdengar Simpel? Biasa? Yup tapi dibutuhkan orang super yang cukup gila untuk bisa melihat itu jauh kedepan sebelum semua orang bisa melihat itu, dan berfikir itu biasa seperti sekrang, yup itulah yang dilakukan oleh CIO dari salah satu bank terkemuka ini. Baik sebelum masuk ke dongeng kedua garis bawahi dulu hal berikut “CIO jabatan bagi orang super”.

Kereta tiba pukul berapa
Biasanya...kereta terlambat
Dua jam mungkin biasa
Dua jam cerita lama” 
Kereta Tiba Pukul berapa ~ Iwan Fals -

Masih ingat lirik diatas ? Salah satu lagu dari musisi kita ini memotret salah satu boroknya perusahaan transaksi umum milik negara ini, namun mengejutkan pada tahun 2014 lalu PT. Kereta Api Indonesia memenangkan CIO Award dalam kategori The Most Innovative CIO dengan Inovasinya dalam hal ticketing, dengan memanfaatkan TIK perusahaan ini mendongkrak image mereka dengan inovasi-inovasi baru untuk meningkatkan pelayanan mereka, salah satu yang sangat menonjol dan mulai masyrakat rasakan manfaatnya adalah sistem tiketingnya, tidak perlu berdesakan antri dan di rusuhi calo-calo tiket yang sibuk tanya tujuan kita dan setengah maksa nawarin tiket, masih inget pengalaman bagaimana susahnya mencari tiket kereta di musim libur, long weekend, apalagi musim mudik lebaran. Sekrang jauhari sebelum keberangkatan kita sudah bisa memesan tiket kereta api secara online cukup dari rumah dengan beberapakali klik saja di gadget. Seorang teman saya merasa sangat terbantu dengan kemudahan ini, dengan kondisinya saat ini bekerja di bandung dan kuliah di jogja mengharuskannya bolak balik jogja-bandung dengan frequensi 3x PP(pergi-pulang) sebulan, dengan online tiketing, secara berkala tinggal memesan semua tiket yang diperlukan untuk bolak balik jogja-bandung sampai 3 bulan kedepan, sehingga sampai 3 bulan kedepan semua sudah terjadwal gak perlu pusing cari tiket lagi, tinggal berangkat.

Sekrang Pertanyaannya sama bagaimana ide yang kelihatannya sederhana itu muncul dan bisa diterapkan dengan baik? Mungkin sekedar menggas ide akan mudah, namun berhasil menerapkanya dan menjadinya keunggulan dari suatu perusahaan pasti tidak mudah, sekali lagi tidak mudah, karna banyak ranah yang akan tergangu dan harus berubah pula, bukan “sekedar membangun sistem kemudian ajaib berjalan sendiri dengan baik”, pemikiran seperti itu yang dulu sering ada di benak saya sebagai orang teknik (engginer), tenyata tidak sesimpel itu, membangun suatu sistem dan infratsruktur TIK hanya sebagian kecil dari semesta menerapkan dan memanfaatkan TIK sebagai kenggulan, sekrang mari kita lihat ada irisan apa saja yang akan tergangu dan harus berubah dalam penerapan teknologi :
  1. Alur bisnis, proses dan budaya kerja
  2. Struktur dan alur Organisasi
  3. Regulasi
  4. Pola Pikir SDM
Point-point ini akan saya coba bahas pada posting berikutnya.

Ok sudah dapat sedikit gambaran tentang CIO ?
Secara tidak formil(read : secara ngawur) saya mengartikan CIO adalah :


“Jabatan yang diisi oleh manusia super, dengan kemampuan mumpuni, dan sedikit indigo, orang ini harus melek teknologi, kenyang pengalan teknis, paham ilmu bisnis, dan punya pandangan yang bisa tembus jauh kemasa depan, mampu menggas ide dan menerapkanya menjadi keunggulan dengan mengindahkan dan juga ikut mentransformasi smesta penerapan dan pemanfaatan TIK”.







Sumber gambar : http://www.ethos3.com/wp-content/uploads/2012/08/CIO-592x299.png

ok secara ilmiahnya apa sih CIO ?
Ada banyak pendapat para ahli, saya coba kutip beberapa yang mudah untuk dipahami :
  1. CIO merupakan eksekutif yang menangani bidang TIK, bekerja untuk memaksimalkan kontribusi ICT kepada pemegang saham diukur dengan ukuran financial. (Estevez, Elsa; Janowski, Tomasz -2012).
  2. CIO adalah seseorang yang bertanggung jawab merancanakan dan memimpin sistem manajemen informasi, membangun visi TIK perusahan, mengawasi pengembangan standar perusahaan, arsitektur teknologi , evaluasi dan transfer teknologi ; mensponsori proses perencanaan bisnis teknologi ; menyelaraskan TI dengan bisnis ; dan mengembangkan sistem manajemen keuangan TI .juga mengawasi rencana untuk berinvestasi di infrastruktur TI , serta dalam bisnis dan teknologi profesional . bertanggung jawab untuk memimpin pengembangan kerangka kerja tata kelola TI yang akan menentukan hubungan kerja dan berbagi komponen IT di antara berbagai kelompok IT dalam perusahaan. (Gartner)

bila lihat luasnya tanggung jawab dari jabatan ini? Lebih jelas di ilustraskan oleh gambar dibawah ini.



lebih jelas lagi gambar dibawah ini menampilkan smesta kecil dari CIO, penjelasan detailnya di postingan berikutnya ya.


belum pusingkan bahas manusia super ini? Masih lanjut loh, mari lanjut ke postingan berikutnya peran dari seorang CIO.

Refference :